Sabtu, 28 Agustus 2010


Planet X (Nibiru)

Kalangan “orang dalam” di NASA, DoD (badan inteligensi militer), SETI maupun CIA sudah memprediksikan, kalau 2/3 dari penduduk planet bumi akan punah, ketika terjadi pergantian kutub, yang disebabkan kedatangan Planet X. Sisa populasi yang bertahan hidup, terancam bahaya kelaparan dan radiasi elemen, dalam jangka waktu 6 bulan setelah kejadian ini.

Semua operasi rahasia menyadari kenyataan ini, dan sudah menyiapkan diri mereka. Konon, Vatikan juga mengetahui hal tersebut. Namun sayangnya, masyarakat luas dibiarkan begitu saja tanpa informasi, dibiarkan terlena dengan kehidupan sehari-hari, tanpa punya kesempatan untuk menyiapkan diri menghadapi bencana ini.

Ada apa sebenarnya?

Bocornya segelintir informasi dari kalangan “orang dalam” dan para pengamat, membuat publik mulai tertarik akan hal ini. Kenapa bencana ini begitu dirahasiakan dari masyarakat luas? Jika sampai membuat kegemparan global, maka akan mempengaruhi pasar uang serta mengakibatkan lumpuhnya perekonomian dunia.

Seharusnya masyarakat luas diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri. Mudah-mudahan, setelah membaca ini, kita bisa semakin waspada ya!

Oke..saat ini, kalau kita jeli mengamati perkembangan bencana alam, jumlah kejadian bencana alam semakin banyak. Ini diakibatkan koneksi plasmatic elektromagnetis antar planet. Sudah pernah dengar dong, kalau matahari KONON memiliki kembaran yang gelap (versi gelapnya matahari). Nah, disitulah lokasi mengorbitnya Planet X. Tepat diantara matahari dan kembarannya.

Catatan : kembaran matahari tidak terlihat dengan mata kita.

Tapi, para ilmuwan sudah menemukannya. Dalam “Illustrated Science & Invention Encyclopedia” volume ke 18, terbitan tahun 1987-1989, sudah dicantumkan soal keberadaan kembaran matahari ini.

Sekelompok ilmuwan Rusia mengadakan rangkaian pertemuan di tahun 2000, untuk mendiskusikan planet X. Hal ini menjadi sumber berita Reuter dengan headline “Kejadian di tahun 2003” (diterbitkan Kantor Berita Reuter, edisi 13 September 2000)

Inti pertemuan tersebut adalah mengenai musibah kedatangan Planet X, yang keberadaannya sudah di monitor dari observatori Rusia. Para ilmuwan bertanya-tanya, jika ini terjadi, akankah Rusia masih tetap ada?

Ilmuwan Andrei Shukshin menyatakan, dalam pertemuan ini juga dibahas tentang pengurangan jumlah penduduk global secara besar-besaran, akibat peristiwa ini.

Yang pasti, Planet X memang ada dan mengorbit. Tapi, akankah bertabrakan dengan bumi? Ini yang masih dipelajari.

Di Observatori St.Petersburg Rusia, pengamatan seputar Planet X berlangsung intensif. Ilmuwan disana menamai planet ini dengan sebutan “Raja Sun” atau “Bintang Yang Besar”.

Tak banyak ilmuwan yang bersedia membagi informasi soal planet ini, karena kekhawatiran akan menimbulkan kepanikan global. Dan banyak pegawai NASA yang diam-diam membuat “home dome” yaitu rumah khusus, dengan konstruksi khusus, yang bersifat tahan topan badai, tahan gempa dan angin tornado. “Home dome” harus dibangun di area perbukitan, jauh dari pantai.

Planet X juga dikenal dengan nama Nibiru, atau disebut “Wormwood”, merupakan benda angkasa luar yang paling sering disebut sejak jaman kuno.

Setelah mengorbit selama 3600 tahun, planet ke 10 ini akan datang lagi.

Dampak kedatangan Planet X terhadap bumi, sudah dicatat nenek moyang kita ribuan tahun lalu. Ilmu Geologi dan Arkeologi juga mencantumkannya.

Simpang Siur Planet X

Untuk mencegah kepanikan soal Planet X, banyak observatorium yang kini “tiba-tiba” tertutup untuk umum. Petugas observatorium bahkan tak mau mengarahkan teleskop ke konstalasi bintang Orion. Banyak alasan dibuat, supaya orang tak mempercayai kenyataan ini. Kenyataan tentang Planet X. Adler Planetarium & Astronomy Museum in Chicago maupun Hayden Planetarium di Rose Center for Earth and Space, New York seringkali tertutup untuk umum, dengan berbagai alasan. Juga di banyak negara.

Planet X memang sengaja dibuat seperti mitos konyol, omong kosong yang membingungkan. Kenapa? Supaya tak terjadi kepanikan massal. Banyak situs di internet yang mengabarkan informasi palsu seputar Planet X.

Berikut, beberapa informasi yang KELIRU soal Planet X :

1. Planet X bisa jadi tak pernah ada, karena tak ada bukti kuat tentang keberadaannya. Kalaupun ada, munculnya pasti hanya sekali dalam sekian juta tahun. (Ini jenis informasi yang paling banyak kita jumpai)
2. Planet X memang ada, tapi tak akan muncul di era (jaman) kita.
3. (Tersebar di kalangan ilmuwan & observatorium) Planet X memang ada, dan akan menghampiri bumi. Tenang saja, jangan panik, karena itu hanya kejadian biasa. Tidak akan ada bencana.

Fakta Planet X

Massa Planet X begitu besar, dengan kutub magnetis yang memiliki kadar plasma tinggi dan pancaran energi yang begitu dahsyat, PASTI mengakibatkan kerusakan hebat pada planet yang dilewatinya.

Biasanya beberapa tahun sebelum kedatangan planet X,gelombang elektromagnetik Planet X mengakibatkan perubahan-perubahan besar pada planet yang akan dilewatinya. Ini bisa dilihat pada perubahan iklim dahsyat yang melanda Planet Bumi.

Aktivitas gempa dan vulkanis mengalami perubahan 3 hingga 4 dekade sebelum kedatangan Planet X. Sejak tahun 1996, perubahan cuaca di Bumi mencatat rekor tertinggi. Berbagai bencana alam, mulai dari gempa, aktivitas vulkanik dan perubahan elektromagnetis begitu tajam peningkatannya, namun datanya selalu “diperhalus” untuk masyarakat luas.

Pemanasan Global?

Masuk akal, kalau perubahan cuaca dibilang sebagai akibat dari pemanasan global. Tapi, apakah perubahan pada siklus matahari juga akibat pemanasan global? Sama sekali tak ada kaitannya!

99% tata surya kita terbuat dari konsentrasi plasma hingga ke level atomic. Planet adalah plasma yang memiliki kepadatan tertentu. Kembalinya Planet X ke system solar kita mengakibatkan perubahan konsentrasi elektrikal pada energi plasma di SEMUA planet yang ada, di tata surya kita.

Menurut pandangan ilmuwan Rusia, perubahan aktivitas vulkanik dan gempa meningkat sebanyak 400 sampai 500 persen sejak tahun 1975.

Perubahan ini tidak hanya terjadi di bumi saja, tapi juga pada semua planet. Setiap planet di tata surya kita mengalami peningkatan aktivitas dan perubahan cuaca. Banyak fakta yang tidak diterbitkan oleh media. Dr.Dmitriev menyatakan bahwa planet-planet lain juga mengalami perubahan. Contohnya : atmosfir di Mars kini semakin tebal, begitu juga di Bulan. Kini ada lapisan Natrium setebal 6000 kilometer yang sebelumnya tak pernah ada.

Lapisan atas atmosfir bumi juga mengalami perubahan kadar HO. Hal yang samasekali tak ada hubungannya dengan pemanasan global, dampak CFC ataupun akibat polusi. Bukan itu saja, medan magnetik planet-planet juga mengalami perubahan. Beberapa planet bertambah terang. Venus contohnya, terlihat semakin terang bercahaya. Jupiter bahkan memiliki radiasi energi yang berbentuk seperti tabung yang terhubung dengan bulannya.

Uranus dan Neptunus baru saja mengalami perubahan kutub. Saat pesawat Voyager 2 melintasi Uranus dan Neptunus, perubahan kutub terjadi di bagian Utara dan Selatan Planet.

Rangkaian perubahan yang terjadi di tata surya kita, dapat dibagi dalam 3 kategori :

  1. perubahan medan energi
  2. perubahan pijar
  3. perubahan atmosfir

Pada periode tahun 1963 hingga 1993, jumlah peristiwa bencana alam meningkat 410 persen. Dan bencana-bencana terdahsyat terjadi 9 tahun belakangan.

Dr.Dmitriev menemukan bahwa medan magnetic matahari meningkat 230 persen sejak tahun 1901.

Jadi, yang mengalami perubahan bukan hanya planet Bumi. Hanya sedikit kalangan yang menyadari fakta ini. Di Akademi Sains Nasional Siberia, Rusia, khususnya di Novosibirsk, berlangsung penelitian terhadap matahari. Dan Dr.Dmitriev dengan takjub mengemukakan bahwa, matahari bertambah terang 1000 persen dibanding sebelumnya, dan masih terus bertambah terang.

Melihat Planet X

Hanya teleskop terbesar (yang dijaga ketat) bisa digunakan untuk melihat Planet X. Sejumlah observatorium kecil di dunia mencatat keberhasilan melihat Planet X di awal tahun 2001.

Dr.Harrington, rekan sejawat dari Ilmuwan dan arkeolog Zecharia Sitchin, yang pertama meyakini keberadaan NIBIRU atau Planet X berdasarkan catatan kuno orang Sumeria, meninggal mendadak akibat kecelakaan. Diduga ini disebabkan keberanian Harrington mengekspos penemuan planet ke 10 yang dikenal dengan nama Planet X ini, guna melengkapi teori Sitchin.

Sejak peristiwa ini, para ilmuwan memilih tutup mulut dan tak mau bicara banyak soal Planet X dan aktivitasnya. Saat Zecharia Sitchin menerbitkan buku yang didasari tulisan terjemahan bangsa Sumeria Kuno, Sitchin menyatakan ada 12 planet di tata surya kita. Saat buku diterbitkan (tahun 1970an), Teori Sitchin ditertawakan. Tapi, saat satu persatu temuan ilmuwan membuktikan bahwa Teori Sitchin benar, statement Sitchin mulai diawasi ketat.

Dalam bukunya, “The 12th Planet”, Sitchin menulis tentang legenda “Komet Kiamat” atau “Nemesis” yang muncul secara periodic dan menciptakan kehancuran.

Zaman Es

Ingatkah pelajaran di Sekolah Menengah tentang Zaman es? Kisah ini merupakan petunjuk bahwa Planet Bumi senantiasa mengalami perubahan periodic. Dan yang dimaksud bukan hanya perubahan kutub saja. Ingat fosil gajah mammoth beku yang ditemukan di Kutub? Saat diteliti, dalam lambungnya masih ada tanaman tropis yang baru saja dimakan. Ini membuktikan, mammoth tersebut membeku dalam sekejap! Istilah zaman es bukan berarti perubahan yang bertahap, tapi instant.

Ingat film “The Day After Tommorow”? Kira-kira secepat itulah pergerakan esnya! Dan ini terjadi setiap kali Planet X mendekat.

Aku akan perdalam sedikit soal Zaman Es sebelum kita lanjut ke Planet X, karena…inilah yang akan terjadi nanti.

Zaman Es Akan Terulang Lagi

Teman-teman, baca tulisanku ini dengan seksama. Ambil segelas minuman, dan baca dengan teliti…Ini SERIUS. Ini bukan bacaan sambil lewat. Kita sedang menjelang zaman es, bukan pemanasan global. Sebab :

  1. Kita bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi.
  2. 17.000 orang imuwan menandatangani petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukanlah penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya gempa dan aktivitas vulkanik.
  3. Selama ini kita belajar di sekolah bahwa Zaman Es hanya terjadi sekali dalam sejarah. Tapi, nyatanya, Zaman es terjadi beberapa ratus kali.
  4. Matahari bersifat elektromagnetis. Inilah yang mengakibatkan timbulnya bintik matahari, yang terus bertambah. Bumi juga bersifat elektromagnetik. Pada waktu-waktu tertentu, kutub magnetic akan berubah. Dan perubahan ini diakibatkan perubahan pada tata surya kita.
  5. Di masa lalu, saat perubahan kutub terjadi, dibarengi juga dengan aktivitas vulkanik, gempa, zaman es dan kepunahan. Terjadi secara serentak. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Bayangkan, dalam satu malam, suhu bisa turun 20 derajat!
  6. Zaman es berulang secara periodik setiap 11.500 tahun.
  7. Satu inci hujan menghasilkan 10 inci salju. Di tahun 2007 ini, Colorado tertutup salju setinggi 30 kaki dalam satu kali badai saja. Baca kisahnya di www.iceagenow.com/Record_Lows_2007.htm
  8. Saat ini, Kutub Artik memiliki suhu yang cukup dingin untuk mengakibatkan Zaman Es. Yang dibutuhkan Cuma tambahan kelembaban sedikit saja, untuk menghasilkan lebih banyak salju. Saat ini dengan meningkatnya temperatur air laut akibat pergerakan vulkanik, kelembaban semakin meningkat di Kutub Artik.
  9. Untuk melihat daftar Glasir (glacier) yang mulai terbentuk saat ini, lihat situs www.iceagenow.com Data ini tidak dimuat oleh media massa. Besar kemungkinan, kita semua akan mengalami Zaman es.
  10. Film “An Inconvenient Truth”-nya Al Gore menyesatkan banyak orang. Informasi yang benar dalam film tersebut hanya soal semakin meningkatkan temperature air laut akan memicu kemunculan Zaman Es dalam waktu sekejap.

Kenapa Ini Sangat Penting?

Meski kita nggak tinggal di kawasan yang akan tertutup lapisan es setinggi ratusan atau ribuan kaki, kita tetap harus menyiapkan diri.

Dalam bukunya “Not by Fire, but by Ice” karya arsitek bernama Robert Felix, disebutkan tentang perubahan kutub dan berbagai bencana alam yang akan menyertainya. Persediaan makanan di seluruh dunia akan habis selama beberapa tahun. Pertanian tak mungkin dilakukan, karena kekacauan iklim.

Planet X ada di sistem kita. Tapi keberadaannya diragukan. Saat ketemu, langsung ditutup2i. Soal matahari gelap (dark sun) yang merupakan kembaran matahari kita, nanti akan kusinggung sedikit. Keberadaan dark sun memang nggak banyak dibahas oleh para astronom. Karena, kalau orang mulai fokus ke dark sun, dengan sendirinya akan nemu Planet X. Karena Planet X mengorbit diantara matahari dan matahari gelap.

Analoginya :

Kita melihat rumah & kebun di malam hari. Hanya bagian2 yang diterangi lampu taman kan, yang kelihatan? Kalau berdiri depan pagar rumah, apa tikus yang berada di pojok taman, tak diterangi lampu juga keliatan? Pasti nggak. Yang kelihatan cuma yang diterangi lampu taman. Seperti inilah kondisi tata surya kita, jika diamati dari bumi. Makanya sekarang NASA juga memiliki teleskop Infra Merah.

Sumeria dan Planet X

Tulisan kuno bangsa Sumeria sejak 6000 tahun lalu mencantumkan Planet Nibiru sebagai bagian dari system solar kita. Nibiru berarti “planet yang bersilangan”.

Deskripsi Nibiru sama persis dengan Planet X (Planet Ke Sepuluh).

Menurut catatan astronomi kuno yang dicocokkan dengan pengetahuan modern : Planet X memiliki orbit eliptik seperti komet, dengan perjalanan melampaui orbit Pluto.

Kalkulasi Observatorium

Dr. Thomas C. Van Flandern, astronom dan ilmuwan dari Oberservatorium Naval Amerika mengatakan, perubahan kutub di Uranus dan Neptunus, terjadi akibat sebuah planet. Bersama rekannya, Dr. Richard Harrington, ia membuat kalkulasi tentang sebuah planet (urutan ke 10 di system tata surya kita) dengan ukuran 2-3 kali lebih besar dari bumi, serta memiliki tingkat orbit eliptikal yang tinggi.

Penemuan ini melengkapi teori Sitchin, bahwa letak planet X dekat dari Bumi. Pada tahun 1982, NASA mengeluarkan statement tentang keberadaan Planet X. Namun sekarang, NASA menolak berkomentar sama sekali.

Jika Planet X Mendekat

Setiap kali Planet X mendekat, berbagai perubahan drastic terjadi di Bumi. Perubahan ini mengakibatkan kerusakan besar dan kepunahan. Sejarah mengisahkan peristiwa-peristiwa ini. Monumen peninggalan peradaban lampau menjadi saksi kejadian tersebut.

Sebut saja, Legenda Atlantis, Lemuria, Indian Maya dan perabadan lainnya, yang hanyut terbenam lautan atau punah sekejap, terjadi akibat kedatangan Planet X. Sisa-sisa kebudayaan mereka bisa kita temui di Florida, Jepang dan kawasan Mediterania.

Semakin dekat Planet X dari bumi, semakin kuat daya magnetic dan gravitasinya. Ini bisa kita rasakan setiap hari. Semakin dekat planet X dengan kita, semakin cepat laju pergerakannya. Berbagai bencana dahsyat yang susul menyusul terjadi di berbagai negara hanyalah awal kecil dari apa sesungguhnya akan terjadi.

Penghuni NIBIRU

Tulisan kuno bangsa Sumeria mencatat beberapa hal menarik yang juga diyakini banyak kepercayaan, yaitu : penciptaan, adanya Taman Eden/Firdaus dan banjir besar yang menutupi seluruh permukaan bumi (Mirip kisah Nabi Nuh).

Tapi, bangsa Sumeria juga mencatat tentang kedatangan Bangsa Anunnaki dari Planet Nibiru, yang menciptakan “manusia” dengan cara mengambil DNA mereka & mencampurkannya dengan DNA mahluk bumi (saat itu adalah manusia gua/Neanderthal).

Dalam bahasa Sumeria, Anunnaki berarti “mereka yang ke bumi, turun dari langit”.

Anunnaki digambarkan sebagai bangsa yang modern, dan telah menciptakan berbagai monument penting di Bumi, Bulan dan Mars, serta planet-planet padat lain dalam galaksi kita.

Kenapa Anunnaki menciptakan manusia?

Untuk dijadikan budak/pembantu mereka, yang membantu dalam aktivitas pertambangan berbagai mineral, salah satunya yaitu emas. Hingga hari ini, emas merupakan logam mulia dengan nilai tinggi. Fakta ini juga tercantum dalam tulisan kuno bangsa Sumeria.

Perlu diingat, siklus mendekatnya Nibiru menurut catatan Sumeria adalah setiap 3600 tahun sekali.

Yang menarik, beberapa fakta soal ini :

  1. Lokasi “Taman Eden” dalam kisah Adam & Hawa disinyalir berada di kawasan Mesopotamia (kini Irak).
  2. Saat ke Bumi, Anunnaki mendarat di Mesopotamia (kini Irak).
  3. KONON, serbuan Amerika ke Irak sebetulnya adalah untuk menemukan lokasi Gerbang Bintang (STAR GATE) milik para Anunnaki yang diyakini berada di Mesopotamia (kini IRAK). STAR GATE ini merupakan semacam portal milik Anunnaki untuk datang dan melihat peradaban kita.

Karena memiliki teknologi canggih, dan menciptakan manusia, maka Anunnaki diposisikan sebagai dewa oleh orang Sumeria. Setelah beberapa saat hidup di Planet Bumi, Anunnaki pun pergi, dan berjanji KELAK akan kembali.

Kemanakah mereka? Mengeksplorasi kehidupan lain? Menciptakan peradaban baru? 2012, Apa yang Akan terjadi?

Apakah Planet X akan melewati bumi dan kembali membawa kita masuk Zaman Es?

Atau, para Anunnaki akan kembali? Berbagai keyakinan tentang adanya“MESSIAH” jika diurut kebelakang, berkaitan dengan janji Anunnaki bahwa mereka kelak akan kembali.

Kalaupun kembali, maka kembali sebagai apa? Sebagai teman atau musuh?

Apakah mereka masih menganggap kita sebagai budaknya?

Mungkinkah akan terjadi perang antara kita, warga Bumi dengan Anunnaki?

Presiden Amerika Ronald Reagan pernah menyinggung soal ancaman dari luar angkasa dalam salah satu pidatonya. Reagan juga mengusulkan dibentuknya system persenjataan berbasis luar angkasa (STAR WARS). Mungkinkah saat itu sudah ada kontak dengan mahluk luar angkasa?

Dan, bukan hanya para Anunnaki saja yang ada di luar angkasa. Berbagai bangsa alien yang berperadaban tinggi juga diyakini berdiam di galaksi kita.Tapi, karena kita ngomongin Planet X (Nibiru), maka focus kita adalah Anunnaki.

Fisik Anunnaki

Bandingkan manusia gua (Neanderthal) dengan manusia modern. Di mana bedanya secara fisik?

Illustrasi Fisik Anunnaki

Banyak sekali. Manusia modern (kita) memiliki fisik yang lebih estetik (indah) dan halus dibandingkan manusia gua. Dan itu hasil perpaduan DNA Anunnaki dengan kita.

Bangsa Anunnaki sendiri memiliki ciri-ciri fisik :

  • Tinggi rata-rata 7-8 kaki (3 meter)
  • Kulit putih
  • Rambut pirang atau merah, mata biru

Makanya kulit putih sejak jaman dulu identik dengan “kasta lebih tinggi” atau “dianggap lebih estetik”, karena masih menganut standar patokan Anunnaki.

Bangsa Kaukasia (kulit putih-pirang-mata biru) memiliki paling banyak ciri-ciri fisik Anunnaki. Ini bisa dilihat dari golongan darah mereka, yaitu Rhesus negative.

Kapan-kapan kubahas ya soal golongan darah! Menarik banget! Karena rhesus negative, bukan berasal dari DNA kita. Tapi, dari Anunnaki (alien).

Makanya Amerika menyerbu Irak dengan dalih, mencari senjata nuklir. Karena sisa radioaktifnya terdeteksi. Kenapa waktu AS menyerbu Irak, juga menjarah museum, dan artifak2 kuno dari jaman Sumeria juga diambil? Mencari apa? “Kunci” untuk menemukan Stargate (Gerbang Bintang), portal milik bangsa Anunnaki-kah? Makanya sampai habis-habisan.

Ada 270 ribu lebih artifak kuno dari Museum Nasional Bahgdad, Irak yang dijarah tentara Bush. Cuma sedikit yang dikembalikan, sisanya hilang..nggak berbekas. Ada apa dibalik ini? Apa yang dicari?? Pasti sesuatu yang URGENT banget.

Beberapa fakta menarik yang kutemukan :

  • Mungkinkah sebuah bintang punya kekuatan luar biasa? Mungkin! Karena ada satu bintang “kerdil” (dwarf star, sebutannya) yaitu SIRIUS (atau dog star) yang memiliki tingkat kepadatan yang sangat solid, melebihi matahari. Padahal ukurannya jauh lebih kecil, namun untuk kepadatan massa, Sirius paling berat. Jika bintang ini masuk orbit, atau bertabrakan..maka efeknya lumayan fatal.
  • Kalau dikaji tulisan-tulisan kuno tentang astronomi kita, maka..Bumi pada awalnya menempati posisi lebih dekat dengan matahari. Hari-hari di bumi lebih singkat, lebih panas, dan penduduknya berkulit gelap karena melanin yang tinggi (makanya penelitian tentang manusia pertama, atau Adam, menemukan bahwa Adam ini seorang negroid, kulit hitam). Saat itu, planet yang lebih kondusif dari sisi iklim, jarak dengan matahari dan atmosfir adalah Mars. Namun karena ada tubrukan, maka Jupiter masuk orbit. Jadi jarak bumi menjauh dari matahari. Ini berpengaruh pada banyak hal, seperti warna kulit penduduk, lama hari, dll.

Tabrakan itulah yang menyebabkan “The Great Deluge” atau Banjir besar yang ada di kisah Nabi Nuh.

Apakah keberadaan mahluk angkasa ( ET ) akhirnya terbukti ?

Pada tanggal 7 Agustus 1996, NASA (America's National Space and Aeronautics Administration-Administrasi Angkasa dan Penerbangan Nasional Amerika) membuat pernyataan yang mengejutkan, dan secara cepat menyebar keseluruh dunia. Hampir semua kantor berita, program-program berita lokal dan nasional, surat-kabar, dan perbincangan ramai membicarakan "penemuan abad ini ". Para ilmuwan seluruh dunia segera diwawancarai tentang hal itu dan dengan berapi-api membuat beberapa pernyataan yang sungguh 'dungu '—walaupun mereka belum sungguh-sungguh mempelajari laporan penelitian. Beberapa orang merasa yakin bahwa manusia ber-evolusi dari 'benih-benih' ini yang tertiup dari sebuah planet yang jauh. Beberapa orang dengan berani mengatakan bahwa sekarang kita tahu bahwa seluruh alam semesta dihuni oleh berbagai jenis mahluk-mahluk hidup.

Apakah keberadaan mahluk angkasa ( ET ) akhirnya terbukti ?

Tentu saja tidak, berikut bukti-buktinya.

Mars, the Red Planet
Menemukan kehidupan di planet lain adalah “Cawan Suci” para ilmuwan moderen. Setiap tahun, berjuta-juta dollar dihabiskan untuk proyek penelitian tersebut. Bertahun-tahun lewat tanpa ditemukan bukti sama sekali. Sekarang batu meteor yang aneh ini telah diselidiki, para ilmuwan ini hanya memiliki secuil bukti dari bakteri yang sangat kecil—tapi sangat tidak berarti, sangat lemah, bukti yang paling tidak berarti. Seseorang mungkin bertanya apakah tujuan pernyataan itu tidak lain hanya, cara lain NASA untuk menuai uang para pembayar pajak ? NASA akhir-akhir ini memang sedang gencar ber-promosi--di udara, di intenet, dan dalam kongres, berusaha mengemukakan alasan-alasan tentang anggaran keuangannya yang sangat besar, berusaha meyakinkan dan membangkitkan imajinasi serta dukungan publik.

[Untuk mengetahui jawaban berdasarkan kebenaran Injil tentang kemungkinan adanya Mahluk planet ( ET ), KLIK DISINI.]

Apakah yang sesungguhnya ditemukan ?

Sejak 1969, ketika meteor pertama dipungut di Antarctica yang beku, para peneliti setiap tahun harus kembali untuk mengumpulkan spesimen ( contoh ) lagi. Salah satu batu karang ini, yang ditemukan tahun 1984, diteliti dengan sangat hati-hati menggunakan salah satu mikroskop elektron yang terbaik di dunia dan spectrometer massa yang paling peka di dunia. Batu karang gunung beratnya sekitar 4.5-pounds ( 2,25 kg) dan ukurannya sebesar kentang. Para peneliti menyatakan bahwa batu meteorit ini mendarat di Antarctica 13,000 tahun yang lalu, meninggalkan bukti bakteri yang telah mati 4.5 juta tahun yang lalu. [Semua umur yang diperkirakan dalam cerita ini berdasarkan teori evolusi yang masih dipertanyakan. Kami sungguh meragukan ketepatannya.]

Walaupun banyak orang yang mengikuti cerita ini telah membuat lompatan besar dari bakteri sel-tunggal ke bentuk-bentuk kehidupan cerdas, harap diperhatikan bahwa tidak ada binatang hidup, tanaman atau manusia yang ditemukan. Bahkan tidak ada satu mahluk bersel-tunggal yang membatu yang ditemukan dibawah mikroskop. Apa yang telah ditemukan hanyalah elemen-elemen dan bahan kimia yang biasa ditemukan dibumi. Persoalan para ilmuwan sangatlah kompleks dan bersandar sepenuhnya pada masalah kimiawi. Dugaan-nya adalah bahwa materi-materi ini mungkin ditinggalkan oleh bakteri yang sangat kecil yang mem-busuk dan/atau terbakar, yang dulu pernah hidup dalam air di serpihan atau pori-pori batu-karang itu. Kenyaataan-nya, setiap bahan kimia yang ditemukan dalam batu-karang ini mungkin tercipta karena proses alami, yang tidak melibatkan kehidupan. Sebagian mungkin terjadi karena dihasilkan oleh organisme tanah.

Kumpulan bukti

Marian RockBATU-KARANG 'MARTIAN'? yang ditemukan disebuah medan es di Antarctic, tim peneliti yang terlibat yakin bahwa batu meteor yang dihebohkan tersebut (Identification #ALH84001) adalah sebuah karang ( yang dihasilkan dari panas gunung berapi ) yang berasal dari kerak planet Mars. Mengapa ? Gas yang dimaksud yang berusia 4.5 billiun tahun yang terperangkap dalam pori-pori batu karang dilaporkan sangat sesuai dengan dengan keadaan atmosphere planet Mars akhir-akhir ini—yang diukur oleh 'the Viking Lander' (argon-36, argon-40, xenon, krypton, neon, nitrogen, carbon dioxide, etc.).

Apakah identifikasi batu 'Martian' adalah suatu hal yang pasti ? Tidak, walaupun ada petunjuk bahwa identifikasi tersebut benar , tetapi bukan suatu kepastian. Bila batu karang tersebut keluar dari gaya-tarik Mars, kecepatannya tentunya lima kali lebih cepat daripada peluru yang ditembakkan dari moncong senapan berburu. Beberapa benda yang sangat besar tentunya menabrak Mars, hal ini tidaklah mustahil. Gaya-tarik matahari akan menarik benda-benda seperti itu kearah kita. Volume gas yang terlibat relatif kecil, dan berbagai dugaan telah dibuat untuk menebak sejarah batu-karang vulkanik ini. Mars mungkin saja merupakan asal batu-karang tersebut, tetapi masih memerlukan bukti yang lebih kuat. Bila batu itu terlempar keluar dari Mars, serpihan-serpihannya (dimana bakteri-bakteri ini diduga tumbuh dan terbentuk ) kelihatannya cenderung dihasilkan oleh pengaruh yang menyebabkan batu itu keluar dari planet.

BERAPA UMURNYA ?!? Para ilmuwan mengaku bahwa batu-karang vulkanik ini terbentuk dari lava yang meng-kristal 4.5 billiun tahun yang lalu. Tak lama kemudian, batu-karang itu diduga dikerumuni bakteri Kemudian batu itu terlempar keluar planet oleh pengaruh komet atau asteroid yang cukup kuat untuk melepaskannya dari gaya-tarik Mars. Kemudian, batu-karang itu mengambang di angkasa selama 16 milyard tahun (berdasarkan data eksposur sinar kosmik ), dan mendarat di bumi 13,000 tahun yang lalu.

BUKTI DIDALAM BATU METEOR. Menurut David S. McKay dari NASA, satu-satunya fakta yang menyiratkan bahwa pernah ada kehidupan didalam batu karang itu adalah adanya empat materi berikut yang diemukan bersama-sama dalam batu itu.

* Carbonate Globules BUTIRAN KARBON. Butir-butir karbon ini sangat kecil sekali, biasanya berbentuk cakram ( disc ) dan berwarna oranye [lihat gambar di sebalah kanan] (mirip sekali dengan isi tablet 'antacid'—calcium carbonate and magnesium carbonate). Butiran yang paling besar berdiameter kurang dari 1/100 rambut manusia. Kebanyakan berukuran 1/1000-nya. Butiran tersebut ditemukan dalam serpihan karang itu dan diantara pori-porinya. Butiran itu mungkin dibentuk dalam temperatur yang tinggi antara-700o C. Mata para ilmuwan dapat melihat fosil-fosil yang sangat kecil (microfossils) yang berbentuk sosis diantara dan diadalam butiran tersebut—bentuk-bentuk yang agak menyerupai 'fosil-fosil' mikro-organisme yang terdapat di bumi. Benda yang diduga 'fosil' dalam batu meteor itu panjangnya hanya 1/100 juta milimeter. Perlu dicatat bahwa bermacam-macam benda yang diduga mikro-fosil dari jaman 'precambrian' di bumi, masih juga dipertanyakan secara serious. Benda yang diduga 'nanobacteria' adalah benda yang sangatlah kecil, masih diperdebatkan ( controversial) , dan sukar sekalil diduga—bahkan yang ada di batu-batuan bumi. Team peneliti yang terlibat dibagi-bagi tergantung bagaimana butiran ini dibentuk, apakah oleh temperatur yang tinggi atau bukan. Temperatur yang tinggi menjadikan pernyataan mereka semakin diragukan. Para peneliti berharap bahwa butiran tersebut dapat dijelaskan dengan pembentukan didalam air dibawah temperatur yang lebih rendah.

Walaupun karbon kadang-kadang dihasilkan oleh mahluk-hidup, seperti dalam samudera kita, karbon dapat juga terbentuk bila banyak karbon dioksida larut dalam air menyebabkan karbon mengendap. Ian Franchi , peneliti Inggris ( Universitas terbuka ) mengatakan bahwa medan karbon cenderung membentuk batu-batuan Antarctic setelah bebas dari dingin yang ekstrim. Penyangkalan tim peneliti berdasarkan alsan bahwa beberapa bongkahan karbon retak. Mereka mengatakan bahwa kejadian itu lebih mungkin terjadi pada saat batu meteor itu menghantam bumi.

Setelah diteliti lebih lanjut, ahli-ahli geologi di Hawaii menerbitkan bukti bahwa butiran karbon tersebut BUKANLAH fosil atau hasil dari proses biologi apapun. Kemungkinan hal itu terjadi karena material yang meleleh karena terhantam sesuatu dan meng-kristal. Yaitu, benda-benda yang terkena radiasi dan panas yang ekstrim, seperti yang umumnya terjadi bila sebuah meteorit memasuki atmosfir bumi. [Edward R.D. Scott, Akira Yamaguchi, and Alexander N. Krot, "Petrological Evidence for Shock Melting of Carbonates in the Martian Meteorite ALH84001," Nature, Vol. 387 (1997), pp. 377-379.]

* HYDROKARBON—“melimpah” tetapi “relatif simple” 'polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs)' dalam "permukaan serpihan baru " ini ( batu ini relatif mudah pecah). 'PAHs' berada dalam konsentrasi yang tertinggi disekiling butiran dan dengan demikian diduga mempunyai pertalian dengannya.

CATATAN: Hidrokarbon ini dihasilkan ketika molekul-molekul yang berisi karbon dipanaskan pada temperatur yang tinggi. Hidrokarbon terdapat diseluruh bumi—dan nampaknya berada diseluruh alam semesta. Dengan demikian, 'PAHs' bukan merupakan indikasi kehidupan yang dapat diandalkan.

* MAGNETITE dan IRON SULFIDES—'fine-grained magnetic iron oxide (magnetite)' dan 'iron sulfides' "yang sama dalam ukuran dan struktur" dengan yang dihasilkan oleh bakteri di bumi. Materi ini ditemukan dipermukaan dan didalam struktur butiran karbon yang diteliti.

CATATAN: Magnetite' adalah suatu campuran magnetik dari besi dan oksigen yang dapat dijumpai didalam bakteri dan banyak mahluk hidup lainnya dan tersisa setelah mereka mati. Tumpukan 'magnetite' yang sangat luas dibentuk secara 'in-organik'. Begitu juga dengan 'Iron sulfide'. Kehidupan tidak diperlukan untuk membentuk kedua unsur ini. Namun, 'magnetite' terbentuk dalam oksigen, sedangkan 'iron sulfide' terbentuk ketika tidak ada oksigen. Maka, para peneliti yakin bahwa penemuan kedua unsur ini secara bersamaan menandakan adanya sumber kehidupan.

Para peneliti menyimpulkan artikel dalam majalah Ilmiah mereka dengan mengatakan bahwa "walaupun ada banyak kemungkinan untuk tiap kejadian yang diperhatikan secara terpisah, tetapi secara kolektif, khususnya dalam hal hubungannya dengan ruang angkasa, kami menyimpulkan bahwa mereka merupakan bukti kehidupan purba di planet Mars yang seperti bumi. "

Apakah materi ini masuk kedalam batu karang melalui kontaminasi di bumi?

Para ilmuwan yang terlibat mengatakan tidaklah demikian, sebab:

* Batu meteorit yang beku ditangani dengan hati-hati saat dalam perjalanan menuju laborat dan diperiksa dengan prosedur kontaminasi.
* Batu meteor itu "sebenarnya dapat dianggap bebas dati unsur-unsur bumi."
* Batu meteor itu 'sterile' ( tidak tercemar ).
* Tidak ada 'PAHs' ditemukan dipermukaan batu. Kadar 'PAHs' semakin dalam semakin meningkat semakin . ( Sesuai dengan keadaan batu yang telah terbakar dipermukaanya pada saat memasuki atmosfir bumi. Kemungkinan ketidak-pastian dengan keadaannya yang telah tercemar ketika berada di bumi.)
* "Beberapa butiran karbon retak karena goncangan. Goncangan ini kemungkinan terjadi di Mars atau di angkasa, dan dengan demikian harus dikecualiakan dari asal butiran tersebut."
* "Komposisi karbon dan oksigen yang hampir sama sehubungan dengan butiran karbon juga menunjukkan bahwa mereka memang secara alami berasal dari batu meteorit dan tidak terbentuk dalam masa keberadaannya selama 13,000-tahun- dilingkungan Antarctic."
* Pengukuran yang diperoleh dari karbon dianggap sesuai dengan pembentukan yang terjadi dalam 'CO2' yang tinggi dari atmosphere planet Mars.

KESIMPULAN

Apakah materi-materi ini merupakan petunjuk yang jelas tentang kehidupan awal didalam batu karang ini? Pastilah bukan. Menemukan ke-empat hal tersebut bersama-sama hanyalah menandakan suatu kehidupan, bukan bukti. Seperti yang diakui para peneliti yang terlibat, kehadiran materi-materi ini (walaupun bersamaan) dapat diterjadi karena proses 'inorganik' yang alami. Para team peneliti juga setuju bahwa beberapa materi mungkin merupakan sisa endapan dalam karang di Bumi yang dihasilkan oleh mahluk hidup atau oleh proses alami. Walaupun Antarctica sangat keras, disana tetap ada kehidupan. Para ilmuwan tidak berhenti heran terhadap daya tahan dan kemampuan mereka untuk tetap hidup dalam kondisi yang sangat keras. Team peneliti mengakui bahwa penjelasannya nampaknya bukan berdasarkan ketidakmampuan mereka untuk menghasilkan penjelasan yang sepenuhnya rasional—berdasarkan apa yang mereka anggap benar tentang Antarctica dan masa lalunya.

Direktur 'Institute of Meteoritics (University of New Mexico), Jim Papike '(ahli kimia geologi ), mengungkapkan bahwa batu karang tersebut gagal dalam penelitian kunci dalam aktivitas biologis. Bila 'pyrite' ( materi berwarna kuning menyala ) terkena bakteri maka 'ratio' / perbandingan 'isotop' sulfurnya (32 dan 34) berubah. "Kami ingin tahu apakah 'pyrites' dalam batu karang 'Martian' akan menunjukkan sidik-jari kehidupan yang ditandai dengan jenis 'ratio'/ perbandingan tertentu," skata Papike. "Kalau kita melihat pada perbandingan ini, maka tidak ada bukti samasemali bahwa batu tersebut mempunyai ratio yang mendukung kehidupan." [Untuk detail-nya, lihat 'Geochimica et Cosmochimica Acta', sebuah jurnal ilmiah]

Akhirnya, sebagai analisa akhir, para peneliti 'extraterrestrial life' ( ET ) perlu menemukan sesuatu yang lebih pasti, dari pada materi-materi dalam batu karang itu, untuk membuktikan keberadaan adanya kehidupan di planet Mars. Mereka harus menemukan sesuatu seperti DNA atau sel-sel atau jejak-jejak—sesuatu yang pasti datang dari mahluk hidup—dan mereka harus menghubungkan penemuan tersebut dengan sumber asal-usulnya. Sampai saat ini belum ada bukti bahwa pernah ada kehidupan di Mars atau planet lain. Sesungguhnya, semua planet ( kecuali bumi ) dengan perbedaan atmospher yang sangat besar tidak mungkin untuk dihuni mahluk hidup, konsentrasi gas-gas beracun yang tinggi, concentrated poison gases, temperature yang mengerikan, gaya tarik yang mematikan, dan banyak hal-hal lain yang mengerikan.

Sungguh mengherankan, NASA telah menghabiskan berjuta-juta (mungkin milyard-an ) dolar untuk mengirim satu seri pesawat angkasa ke Mars. Dalam suatu kejutan besar mereka mengandalkan 'Mars exploration' sebagai andalannya. Suatu waktui setelah tahun 1997, mereka bermaksud mendaratkan 'Mars Pathfinder' di dataran Mars untuk mencari bukti kehidupan awal dengan lebih jelas. Tentu saja, mesin robot tidak akan mampu melihat dengan jelas 'nanobacteria' ( bakteri yang sangat kecil ) atau fosil-fosil yang sangat kecil. Misi tersebut hanya mencoba untuk menentukan apakah memang ada batu-batu karang Mars yang berisi fosil yang selama ini dibayangkan. Misi yang terdahulu tidak menemukan apapun kecuali kehampaan ( absolute sterility ). Baru pada tahun 2000 sebuah misi mungkin kembali ke bumi dengan batu-batuan.

Pada hemat kami, satu-satunya kehidupan dalam alam semesta ini hanyalah yang diciptakan di planet yang indah dan melimpah ini, yang kita sebut bumi.

BULAN YANG LAIN UNTUK BUMI

Di dalam Tata Surya, ada planet yang memiliki satelit ada yang tidak. Bumi tempat tinggal kita masuk dalam kategori planet yang memiliki satelit yakni Bulan. Berbeda dengan Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan neptnus, Bumi hanya punya 1 satelit. Tapi pernahkah terpikir kalau mungkin saja dulu sekali Bumi tidak hanya punya 1 buah bulan? Bisa jadi ada beberapa bulan yang dimiliki Bumi.

Sistem Bumi - Bulan. Kredit Gambar : NEAR Spacecraft Team, JHUAPL, NASA

Di zaman dahulu kala pernah saat Bumi baru mulai terbentuk, terjadi bencana besar yang kemudian melahirkan Bulan. Kok bisa? Nah bencana besar-besaran ini dulunya menyebabkan ada serpihan-serpihan materi yang yang terperangkap dalam gravitasi Bumi yang kemudian menyatu membentuk objek Bulan yang mengelilingi Bumi. Saat itu bisa jadi satelit yang terbentuk tidak hanya satu. Diperkirakan ada satelit tambahan yang juga terbentuk dan mengeliilngi Bumi tapi hanya dalam waktu sekitar 10 juta tahun, setelah itu satelit ini pun berakhir hidupnya.

Dalam sebuah pemodelan yang dibuat ternyata pada suatu waktu di masa lalu ada objek kecil seperti Bulan yang berada di antara titik Langrangian Bumi-Bulan. Titik langrangian merupakan daerah dimana gaya tarik gravitasi Bumi dan Bulan nol. Kenapa? Karena di titik ini gaya tarik keduanya saling meniadakan. Seringnya objek-ebjek yang terperangkap di titk tersebut dan disebut Trojan akan tetap berada disitu jika tidak diganggu.

Para peneliti memang memperkirakan kalau Bulan terbentuk saat Bumi dihantam objek sebesar Mars 4,5 milyar tahun lalu. abrakan besar ini menyebabkan terbentuknya Bulan dan juga memasukan berbagai materi ke orbit Bumi. Sebagian materi itu sepertinya terperangkap di titik Langrangian. Pada saat materi tersebut terperangkap dan akan tetap berada di orbit tersebut sampai kira-kira 100 juta tahun. Setelah waktu tersebut, gaya tarik gravitasi planet akan memicu terjadinya perubahan gerak si torjan dalam orbit Bumi, dan puncaknya akan menyebabkan satelit trojan tersebut lepas dari sistem tersebut atau malah jatuh menabrak Bumi atau Bulan.

Gaya ganggu dari planet lain memang sangat kecil, namun tetap mengubah orbit Bumi. Tidak hanya itu, perubahan itu juga mengubah efek gravitasi Matahari terhadap satelit. Inilah yang menjadi penyebab ketidakstabilan satelit Trojan yang mengelilingi Bumi tersebut.

Itulah pemodelan yang dikerjakan oleh Jack Lissauer dari NASA Ames Research Center di California, US dan John Chambers dari Carnegie Institution of Washington. Penelitian lain mengenai kemungkinan satelit lain di Bumi selain Bulan juga dikerjakan oleh Matija Cuk dari University of British Columbia di Canada.

Matija Cuk dalam penelitiannya mengemukakan ada objek kecil berukuran asteroid dengan diameter beberapa km dan berakhir hidupnya sebagai trojan satelit. Trojan ini meruapakan Bulan terakhir yang mungkin mengelilingi Bumi selama lebih dari 1 milyr tahun setelah terbentuknya Bulan. Si trojan ini menurut Cuk akan terlihat seperti Jupiter dan Venus di angkasa karena kecerlangannya yang mirip bintang terang.

Kemungkinan Bulan yang lain memang bukanlah hal yang baru karena di masa allu, bisa jadi ada banyak materi yang terperangkap dalam orbit Bumi yang kemudian membentuk satelit kecil. Sayangnya masa hidup mereka tidak lama akibat gangguan gravitasi objek besar lain disekitarnya.

Negara-negara asing, kebetulan sering dibingungkan oleh perbedaan antara antara MalaySIA dan IndoneSIA. Karena bagian akhir dari prononsasi kedua nama itu, kedengarannya mirip. Masih soal teroris asal Malaysia. Selama perburuan, tak sepatah katapun terucap dari Malaysia misalnya Kualalumpur bersedia membantu Indonesia menangkap Azahari dan Noordin.

Hingga kedua teroris itu ditembak mati Densus 88, pemerintah Malaysia pun tetap tak bersuara. Malaysia seolah tidak mau dilibatkan bahkan ‘melihat’ wajah warga mereka itu yang sudah menjadi mayat itu. Semua otoritas negara itu menghindar jika diminta berbicara tentang teroris asal Malaysia tersebut.

Sehingga wajar bila muncul dugaan bahwa Malaysia sengaja memplot kedua warganya untuk merusak Indonesia. Sejauh mana kebenarannya hanya Tuhan dan otoritas elit Malaysia yang tahu.

Catatan hitam lainnya adalah: Pembukaan Konsulat! Yang juga cukup kontroversi adalah ketika Indonesia sedang sibuk-sibuknya mengurus dampak dari Bom Bali, pemerintah Malaysia justru merecoki Indonesia. Malaysia secara tergesa-gesa meminta persetujuan Jakarta bagi pembukaan kantor Konsulatnya di Bali.

Indonesia sibuk memperbaiki dampak kerusakan Bom Bali, yang otaknya teroris asal Malaysia sementara pada saat yang bersamaan Malaysia sibuk mencari lokasi gedung kantor konsulatnya di Bali.

Pembukaan konsulat Malaysia di Bali disebut kontroversi karena menurut catatan Pemda Bali, warga Malaysia yang datang sedikit sekali jumlahnya. Demikian halnya warga Malaysia yang menetap atau bekerja di Bali juga hampir tidak ada. Sehingga urgensi pembukaan kantor konsulat tidak ada sama sekali.

Catatan hitam berikutnya, Klaim Kebudayaan! Belakangan muncul kecurigaan, pembukaan konsulat Malaysia di Bali terkait usaha ingin ’mematikan’ Pulau Dewata sebagai daerah tujuan wisata terkemuka di Indonesia.

Bom Bali yang menelan korban ratusan warga negara asing, menjadi momentum Malaysia mempromosikan Pulau Langkawi, ia sebut lebih bagus dari Bali. Malaysia ingin menyedot turis manca negara ke negerinya. Lewat konsulat itulah Malaysia mempelajari kelemahan dan keunggulan turisme Bali.

Tidak lama setelah pembukaan konsulat di Bali, Malaysia kemudian mengklaim tari pendet yang selama ini hanya ada di Bali, merupakan warisan kebudayaannya. Demikian sistimatisnya Malaysia merancang agenda melakukan pengrusakan citra Indonesia.

Klaim itu sama saja dengan mengatakan, bahwa yang telah mencuri kebudayaan justru Bali atau Indonesia. Semakin keras klaim balik Indonesia terhadap sebuah kebudayaan, bagi Malaysia hal itu semakin baik. Karena yang terjadi, Indonesia-lah sebenarnya yang menjadi maling atas semua heritage bangsa Melayu.

Catatan hitam yang paling banyak diberitakan adalah penyiksaan TKI! Dalam lima tahun terakhir ini, penyiksaan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Malaysia terus terjadi. Sekalipun media-media di Indonesia sudah melaporkan secara luas tetapi penyiksaan terus saja berlangsung.

Penyiksaan oleh majikan Malaysia terhadap TKI, sepertinya didukung mayoritas warga negara itu. Bahkan termasuk pemerintah Malaysia meskipun dilakukan secara tertutup. Hal ini tercermin dari istilah resmi pers Malaysia.

Mereka antara lain menamakan sejumlah TKI yang berada di negeri jiran itu sebagai ’pendatang haram”. Penggunaan istilah resmi oleh pers Malaysia menjadi faktor penting untuk menilai sejauh mana sikap tidak bersahabat itu.

Sebab pers di sana berada dalam kontrol pemerintah. Berarti setiap agenda pemerintah wajib didukung pers Malaysia. Oleh karena itu jika Indonesia bereaksi keras terhadap Malaysia dan persnya adem ayem saja, hal tersebut terjadi karena pers wajib membela pemerintahnya. Pers Malaysia tidak sebebas Indonesia.

Padahal jika merujuk keterangan Jenderal Yoga Sugama (almarhum), Kepala Bakin (Badan Koordinasi Intelejen Indonesia) di 1980-an, hingga kapanpun, Malaysia tidak pantas menyebut TKI sebagai pendatang haram.

Sebab ketika pertama kali rombongan TKI menginjakkan kaki di Malaysia, sekitar tigapuluh tahun lalu, prosedur keimigrasian, sengaja dilonggarkan. Mengapa? Karena kehadiran TKI di Malaysia punya sejarah, proses dan alasan tersendiri.

Semuanya melalui kesepakatan dan tidak lepas dari kebijakan dan permintaan Kualalumpur. Menurut almarhum Yoga Sugama, pihak Malaysia yang ’mengemis’ bantuan TKI kepada Indonesia.

Dalam keterangannya di depan Komisi I DPR-RI, ia antara lain menyebut, Kualalumpur meminta bantuan kepada Jakarta agar menyuplai TKI sebanyak mungkin ke Malaysia. Tujuannya agar warga Indonesia secara kasat mata akan menjadi penyeimbang proporsi kependudukan di Malaysia.

Oleh sebab itu jika Malaysia berubah mengusir TKI dengan alasan masuk tanpa dilengkapi surat-surat resmi, pegusiran ini merupakan pengingkaran atas komitmen yang dibuatnya sendiri.

Kalaupun sekarang Malaysia sudah terbantu sehingga tidak perlu lagi bantuan Indonesia, sikap bangsa serumpun ini sama dengan ungkapan: lupa kacang akan kulitnya.